Jalin Komunikasi, PDAM Kutim, Pemerintah Kecamatan dan DPRD Kutim gelar pertemuan

KUTAI TIMUR-Demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Terutama dalam pelayanan air bersih. PDAM Tirta Tuan Benua Kutai Timur melalui PDAM Unit Bengalon bersama pemerintah Kecamantan dan DPRD Kabupaten Kutai Timur melangsungkan pertemuan di Kantor Kecamatan Bengalon, Selasa (20/4/2020).

Berbagai hal dibahas, mulai dari proses pelayanan, sistem aduan dan penangganan hingga ketersediaan anggaran guna mendukung program kedepan. Hadir dalam rapat Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur Suparjan, ST, didampingi Kabag Teknik Rudiansyah, Kepala PDAM Unit Bengalon Syafril Magribi. Lalu dari jajaran Pemerintah Kecamatan diwakili Kasi Trantib Ahmad Rasyidi, Kasi Pembangunan masyarakat Anton Siswanto dan Anggota DPRD Kutim Asmawardi.

Mengawali pembahasan, Direktur PDAM Suparjan,ST mengatakan PDAM berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan. Termasuk dalam proses perbaikan yang sifatnya teknis. Seperti perbaikan kebocoran pipa. Namun tidak dapat dipungkiri dalam penanganannya terdapat kendala.

“Setelah dicek dilapangan memang ada pipa bocor. Pipa Intake menuju ke pengolahan. Khususnya di jalan M. Yusuf. Penyebab kebocoran adalah bintang sejenis siput atau kerang. Warga Bengalon biasa menyebutnya dengan kapang. Binatang ini melobangi pipa-pipa kami,” terangnya

Dirinya melanjutkan, kejadian ini buka kasus baru. Namun sudah terjadi sejak tahun 2016. Ini merupakan kejadian yang langka. Karena belum pernah ditemukan sebelumnya. Bukti pipa yang kena makan sudah ada, kami jadikan barang bukti. PDAM pun telah berupaya mencarikan solusi. Tetapi kejadian serupa tetap terulang.

“Kasus ini sudah saya bawah ke tingkat nasional. Tahun 2017, waktu Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) di Makassar. Solusi terbaik adalah pengantian pipa sekaligus pemindahan jalur pipa. Itu sudah kami lakukan. Akhir 2017 dilakukan pengantian pipa air baku HDPE dari diameter 150 mm ke 200 mm sepanjang 2.000 meter bersumber dari dana APBN. Namun kenyantaan masih terulang lagi,” Beber Mantan Kabag Teknik ini

Tidak menyerah, pria yang akrap disapa parjan ini meminta dukungan semua pihak termasuk pemerintah kecamatan dan DPRD Kutim dalam menangani permasalah ini. Sembari PDAM terus mencarikan jalan keluar terbaik. Sebab jika terus dibiarkan, buka hanya masyarakat yang dirugikan. Tetapi PDAM pun ikut merugi. Karena dalam kerusakan pipa itu sudah termasuk dalam biaya operasional.

“Kami terus mencarikan solusi. Tindakan jangan pendek adalah dengan menutupi lobang-lobang di pipa. Agar kerusakan tidak meluas. Sedangkan untuk jangka panjang, jika harus menganti pipa. Kita akan lakukan namun hal itu bertahap. Karena anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Semoga DPRD Kutim dapat membantu disisi pengalokasian anggarannya,” harap pria lulusan teknik Universitas Mulawarman, Samarinda ini.

Camat Bengalon Suharman melalui Kasi Pembangunan Masyarakat Anton Siswanto menambah pihaknya sebagai perwakilan warga akan terus berkomunikasi dengan PDAM. Baik dalam penyampaian keluhan masyarkat terkait macetnya distirbusi air, perbaikan pipa hingga sosialisasi pemanfaatan air pdam.

“Informasi terbaru dari pdam akan kami sampai ke masyarakat, prihal terhambatnya pendistribusian air kerumah pelanggan. Dan kami juga akan membantu mendorong agar warga yang masih menggunakan air sungai dapat beralih menggunakan air pdam,” imbuhnya

Anggota DPRD Kutim Asmawardi menambahkan, mewakili suara rakyat, DRPD terus mengawal apa yang menjadi keinginan warga. Terlebih air bersih yang menjadi kebutuhan utama. Terkait dalam pengalokasi anggaran. Kami akan dukung sepenuhnya.

“Saya masuk dalam pansus pak, untuk kebutuhan anggaran saya siap dukung, saya siap pasang badan demi tercapainya hajat orang banyak,” tegasnya.

Usai pertemuan tersebut. Direksi PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, bersama Anggota DPRD Kutim didampingi jajaran pemerintah kecamatan melakukan peninjauan kelokasi kebocoran pipa di jalan M Yusuf.(Humas PDAM)

 

author
No Response

Leave a reply "Jalin Komunikasi, PDAM Kutim, Pemerintah Kecamatan dan DPRD Kutim gelar pertemuan"