PDAM Kutim diurutan ke 2, Berdasarkan Penilaian Kinerja BUMD Air Minum wilayah Kalimantan

KUTAI TIMUR-Lewat buku kinerja BUMD Air minum tahun 2020. Terbitan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk wilayah III yang mencakup wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Khusus Kalimantan Timur (Kaltim), PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur masuk urutan 2 dengan nilai kinerja 3,64 yang dinyatakan kinerja sehat.

Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur Suparjan, ST mengatakan tiap tahun buku kinerja penyelenggara sistem penyedia air minum (SPAM) diterbitkan. Buku ini merupakan salah satu rapot kinerja tiap PDAM melalui hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di masing-masing provinsi. Tahun buku 2019 hasilnya dirilis tahun 2020 dan PDAM Kutim mendapat ranking ke 2 se kaltim.

“Untuk di tingkat nasional PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur di urutan 36, lalu di Wilayah III meliputi Sulawesi dan Kalimantan kita urutan ke 6. Sedangkan se Kaltim PDAM kita di urutan 2,” Ungkap Suparjan di Ruang Kerjanya, Kantor PDAM Pusat, Jalan Papa Chalie, Kabo Jaya, Sangatta, Senin (31/5/2021).

“Hasil ini merupakan capaian tersediri untuk PDAM Kutim. Penilaian ini juga menjadi perhatian kami membenahi kekurangan yang ada,” sebut mantan Kepala PDAM Unit Muara Wahau ini.

Diketahui hasil penilaian kinerja untuk Kalimantan Timur, urutan pertama di raih PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan, kedua PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, raking tiga PDAM Tirta Segah Kabupaten Berau, lalu PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda,  berikutnya PDAM Tirta Taman Kota Bontang, PDAM Tirta Kandilo Kabupaten Paser, kemudian  PDAM Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya PERUMDA Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, terakhir PDAM Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat.

Hasil kinerja diperoleh dari empat aspek penilaian, pertama Keuangan dengan bobot 25%, lalu pelayanan 25%, kemudian Operasional 35% dan Sumber daya manusia (SDM) 15%. Melibatkan 18 indikator penilaian kinerja yang sesuai dengan buku petunjuk teknis penilaian dari Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Air Minum (BPPSPAM).

Nilai standarnya memperhatikan perbedaan karakteristik BUMD AM Kabupaten/Kota. Hasil penilaian dikelompokkan jadi tiga kategori. Sehat dengan nilai kinerja lebih dari 2,8. Lalu Kurang sehat dengan nilai 2,2 sampai 2,8 dan terakhir sakit dengan nilai kurang dari 2,2.

BUDM AM dibagi empat wilayah. Wilayah I yakni Sumatera dengan jumlah 107 PDAM, selanjutnya wilayah II yaitu Jawa sebanyak 108. Lalu wilayah III mewakili Kalimatan dan Sulawesi berjumlah 118. Terakhir wilayah IV meliputi Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan total 54. Seluruh indonesia terdapat 387 BUMD Air Minum dengan hasil kinerja 239 sehat, 96 kurang sehat dan 52 sakit.

Penyusunan buku kinerja BUMD AM ini selain bertujuan untuk menilai kinerja BUMD. Juga dimasukan untuk memperoleh dan menyampaikan kondisi BUMD AM secara keseluruhan kepada pemangku kepentingan. Buku ini memuat kinerja selama tiga tahun terakhir yaitu 2017 hingga 2019.

Seperti dikutip laman perpamsi, Peluncuran (launching) tiga buku atas capaian pembangunan SPAM di Tanah Air. Pertama, Buku Putih Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), lalu Buku Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum Tahun 2020, dan Buku “Bersama Membangun Air Minum untuk Indonesia Hebat”. dilakukan di Bogor, 28 Januari 2020.

Dihadiri Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Yudha Mediawan, Ketua Umum PERPAMSI, Rudie Kusmayadi, dan Pjs. Direktur Eksekutif PERPAMSI Agus Sunara sebagai pemandu jalannya talkshow. Peluncuran dan talkshow juga dilakukan melalui daring (Zoom Meeting) yang diikuti para pejabat Kementerian PUPR di daerah, Pemda, dan para pengurus BUMD Air Minum (PDAM) dari berbagai daerah.

Menurut Yudha, peluncuran ketiga buah buku tersebut merupakan realisasi dari capaian Rencana Pembangunan Jangka Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Hasil yang telah didapatkan pada RPJMN sebelumnya (periode 2015-2019) didokumentasikan dan dipublikasi dalam bentuk buku.

 

 

Buku Kinerja BUMD Air Minum Tahun 2020 adalah penilaian kinerja tahunan BUMD AM di seluruh Indonesia. Yudha berharap, ketiga buku tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat tentang penyediaan SPAM secara umum. Bagi para pemangku kepentingan terkait, tentunya buku ini bisa berguna dalam rangka ikut bersama-sama mendorong peningkatan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

“Ketiga buku ini bisa digunakan sebagai informasi kepada para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan pelayanan air minum. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai pengetahuan untuk lembaga yang ambil bagian untuk mendukung peningkatan kinerja penyelenggara air minum di Indonesia,” ujar Yudha.

Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadi memberikan apresiasi positif terhadap launching tiga buku capaian pembangunan SPAM Direktorat Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR. Ia menilai, selama ini upaya yang telah dilakukan Direktorat Air Minum telah cukup baik. Rudie juga mengungkapkan, sebagai asosiasi atau wadah berkumpulnya perusahaan-perusahaan air minum seluruh Indonesia, PERPAMSI ikut berkontribusi membantu program pemerintah dan mensinkronkannya dengan kepentingan anggota PERPAMSI.

“Terkait peningkatan kinerja, kami telah mencoba berbagai terobosan yang selama ini kita lakukan. Tetapi selalu berubah. Terakhir yang cukup berhasil dalam pelaksanaan peningkatan kinerja, yaitu dari sisi kemitraan atau yang diberi nama Program Kemitraan Solidaritas (PKS),” jelas Rudie.

Dikatakan, PKS adalah program transfer knowledge antara PDAM yang sudah maju (Mentor) dengan PDAM yang ingin belajar (Resipien). PKS telah berjalan sejak 2011 hingga saat ini. Materinya sangat banyak, mulai NRW, laporan keuangan SAK-ETAP, otomasi sistem SCADA, dan lain-lain.

“Sejak 2011 hingga saat ini, sebanyak 70 kemitraan antara PDAM besar dan PDAM kecil telah terbantu. Sekitar 85 persen berhasil, dari yang tidak sehat jadi sehat. Karena, memang ini langsung praktek di lapangan. Ada pula program On the Job Training (OJT). Sama dengan PKS, OJT sifatnya PDAM kecil belajar ke PDAM yang sudah maju,” papar Rudie. (HumasPDAM)

author
No Response

Leave a reply "PDAM Kutim diurutan ke 2, Berdasarkan Penilaian Kinerja BUMD Air Minum wilayah Kalimantan"