Pendapatan Usaha PDAM TTB Kutim Sentuh 94 Miliar

KUTAI TIMUR-Pendapat usaha PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur terus meningkat. Dari Rp 84.162.106.000  menjadi Rp 94.995.597.000.  Hal tersebut diketahui dari laporan kinerja tahun 2020 yang disampaikan Direksi dan Dewan pengawas kepada Bupati Kutai Timur, Selasa (27/4/2021).

Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan, ST mengatakan jumlah tersebut diperoleh dari pendapat air, pendapat non air dan pendapat lain-lain. Rincian pendapat usaha terlampir dalam laporan laba rugi yang tiap tahunnya mengalami peningkat yang cukup signifikan. Terlihat dari tahun 2017 yang masih di angka 64 miliar.

“Pendapatan usaha 94 miliar dikurangi bebas usaha 87 miliar, maka laba yang diperoleh mencapai 4 miliar di tahun 2020,” Sebut Suparjan saat memberikan laporan di ruang kerja Bupati Kutim, Komplek Perkantoran Bukit Pelanggi, Sangatta

Ditambahkannya, seluruh laporan keuangan ini telah melalui proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan pendapat wajar yang berakhir pada 31 Desember 2020. sebagaimana dinyatakan dalam laporan auditor independen 1 Maret 2021.

“Untuk laporan keuangan oleh auditor independen (KAP), sedangkan kinerja dinilai oleh BPKP Provinsi Kalimantan timur dengan hasil nilai 3,64 yang masuk kategori PDAM yang sehat. Dan berdasarkan Kepmendagri 47 tahun 1999 pdam masuk kategori baik sekali dengan nilai 76,94,” ungkapnya

Suparjan juga mengungkapkan, kini pihaknya telah melayani 18 Kecamatan yang terdiri 49 Desa. Meliputi cakupan pelayanan administrasi 42,90% terhadap jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur sebesar 424.334 jiwa. Lalu cakupan pelayanan teknis 69,33 % terhadap jumlah penduduk di wilayah pelayanan sebesar 262.530.

“Miliki 21 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan total kapasitas 645 liter/detik. PDAM telah melayani 182.020 jiwa atau setara 38.482 KK. Menjangkau sambungan langganan sebanyak 33.276 pelanggan,” beber mantan Kepala PDAM Unit Muara Wahau ini

Dari hasil laporan tersebut juga diuraikan masalah yang timbul di 2020. Kendala itu mempengaruhi kegiatan usaha PDAM TTB Kutim. Pertama masih rendahnya beberapa nilai kinerja PDAM pada aspek keuangan dalam ratio biaya operasi terhadap pendapatan operasi sehingga harus meningkatkan efisiensi secara berkala melakukan evaluasi atas beban produk air. Lalu defisit anggaran di Pemkab Kutim yang berdampak pada program PDAM. Terakhir, dari 21 IPA yang dimiliki. Baru 13 IPA yang menggunakan daya PLN.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan secara keseluruhan laporan tahun 2020 diterima. Termasuk sejumlah program PDAM kedepan seperti perluasan pelayanan di daerah kilo 3 poros bontang hingga pelaksanaan program hibah air minum perkotaan. Perhatian juga akan diberikan kesejumlah permasalah yang timbul khususnya akibat defisit anggaran pemerintah kabupaten.

“Tolong rincikan program apa saja yang terdampak defisit anggaran. Saya minta datanya. Termasuk IPA mana saja yang belum teraliri listrik, nanti saya bicarakan dengan PLN sebab baru kemarin bertemu dan mereka siap membantu,” terangnya (HumasPDAM)

author
No Response

Leave a reply "Pendapatan Usaha PDAM TTB Kutim Sentuh 94 Miliar"